Kode program :
Private Sub CMDBATAL_Click()
TXTNAMA.SetFocus
TXTNAMA.Text = “”
TXTNIK.Text = “”
TXTGOL.Text = “”
TXTKS.Text = “”
TXTST.Text = “”
TXTTH.Text = “”
TXTJB.Text = “”
TXTBG.Text = “”
TXTGP.Text = “”
TXTTJ.Text = “”
TXTTG.Text = “”
End Sub

Private Sub CMDKELUAR_Click()
Unload Me
End Sub

Private Sub CMDLAGI_Click()
TXTNAMA.SetFocus
TXTNAMA.Text = “”
TXTNIK.Text = “”
TXTGOL.Text = “”
TXTKS.Text = “”
TXTST.Text = “”
TXTTH.Text = “”
TXTJB.Text = “”
TXTBG.Text = “”
TXTGP.Text = “”
TXTTJ.Text = “”
TXTTG.Text = “”
End Sub

Private Sub CMDPROSES_Click()
Dim NIK As String
NIK = Left(TXTNIK.Text, 3)
If NIK = “KEU” Then
TXTBG.Text = “ACCOUNTING”
ElseIf NIK = “ADM” Then
TXTBG.Text = “ADMINISTRASI”
ElseIf NIK = “SDM” Then
TXTBG.Text = “GENERAL AFFAIR”
ElseIf NIK = “EDP” Then
TXTBG.Text = “IT UNIT”
ElseIf NIK = “SPM” Then
TXTBG.Text = “SCURITY”
End If
NIK = Mid(TXTNIK.Text, 5, 4)
TXTTH.Text = NIK
NIK = Mid(TXTNIK.Text, 9, 1)
If NIK = “A” Then
TXTGOL.Text = “A”
TXTJB.Text = “MANAJER”
TXTGP.Text = “3000000″
TXTTJ.Text = “875000″
ElseIf NIK = “B” Then
TXTGOL.Text = “B”
TXTJB.Text = “K.A SEKSI”
TXTGP.Text = “2500000″
TXTTJ.Text = “525000″
ElseIf NIK = “C” Then
TXTGOL.Text = “C”
TXTJB.Text = “STAF”
TXTGP.Text = “2000000″
TXTTJ.Text = “325000″
End If
NIK = Right(TXTNIK.Text, 1)
If NIK = “S” Then
TXTKS.Text = “S”
TXTST.Text = “SINGLE”
ElseIf NIK = “M” Then
TXTKS.Text = “M”
TXTST.Text = “MENIKAH”
ElseIf NIK = “D” Then
TXTKS.Text = “D”
TXTST.Text = “DUDA”
ElseIf NIK = “J” Then
TXTKS.Text = “J”
TXTST.Text = “JANDA”
End If
TXTTG.Text = Val(TXTGP.Text) + Val(TXTTJ.Text)
End Sub

Private Sub TXTNAMA_KEYPRESS(KEYASCII As Integer)
If KEYASCII = 13 Then
TXTNIK.SetFocus
End If
End Sub

KODE PROGRAM
Private Sub CMDBATAL_Click()
TxtKB.SetFocus
TxtNB.Text = “”
TxtJS.Text = “”
TxtTJ.Text = “”
TxtHJ.Text = “”
TxtHJ.Text = “”
TxtTH.Text = “”
TxtSS.Text = “”
End Sub

Private Sub CMDKELUAR_Click()
Unload Me
End Sub

Private Sub CMDPROSES_Click()
Dim KB As String
KB = Right(TxtKB.Text, 1)
If KB = “T” Then
TxtNB.Text = “TAPE”
TxtHJ.Text = “275000″
ElseIf KB = “S” Then
TxtNB.Text = “SOUND SISTEM”
TxtHJ.Text = “350000″
ElseIf KB = “C” Then
TxtNB.Text = “COMPACK”
TxtHJ.Text = “480000″
End If
End Sub

Private Sub TxtJS_KEYPRESS(KEYASCII As Integer)
If KEYASCII = 13 Then
TxtTJ.SetFocus
End If
End Sub

Private Sub TxtTJ_KEYPRESS(KEYASCII As Integer)
If KEYASCII = 13 Then
TxtSS.Text = Val(TxtJS.Text) – Val(TxtTJ.Text)
TxtTH.Text = Val(TxtHJ.Text) * Val(TxtTJ.Text)
End If
End Sub

Empat Pasangan Selebriti Menikah Tercepat

JAKARTA
– Jika pasangan selebriti lainnya mendapat prestasi karena mampu mempertahankan hubungan hingga berpuluh-puluh tahun lamanya, empat pasangan ini justru memiliki hubungan seumur jagung.

Desy Ratnasari-Treanady Pramudya

Artis Desy Ratnasari menikah dengan teman semasa sekolahnya, Trenady Pramudya pada 20 Februari 1999 di Masjid Al Mutaqien, Sukabumi.

Namun sayang, pernikahannya itu tak berlangsung lama. Setelah setahun berumah tangga, Desy menggugat cerai sang suami pada 2010, hingga akhirnya bercerai.

Dewi Persik-Saipul Jamil

Dewi Persik dan Saipul Jamil menikah pada 26 Mei 2005 di kantor Urusan Agama Kecamatan Sumber Sari, jember, Jawa Timur.

Pasangan ini sempat berkali-kali ingin cerai, namun kembali rujuk. Sampai akhirnya pada 14 januari 2008, keduanya resmi bercerai di Pengadilan Agama Jakarta Utara.

Dewi Persik-Aldi Taher

Selain gagal berumah tangga dengan Saipul Jamil, Dewi Persik (Depe) juga bercerai dengan Aldi taher. Pasangan yang menikah siri pada 4 Juli 2008, dan menikah resmi pada Maret 2009 itu sering dikabarkan menikah hanya mencari sensasi saja.

Setelah enam bulan menikah, Aldi menggugat cerai Depe pada 29 September 2009, dan resmi bercerai pada 11 November 2011 di Pengadilan Agama Jakarta Barat.

Dewi Sandra-Glen Fredly

Pasangan berbeda agama ini menikah pada 3 April 2006 di kawasan Tirtha Bali, Pecatu, Kuta Selatan. Namun hanya tiga tahun berlalu, akhirnya keduanya resmi bercerai pada 12 Maret 2009.(nsa)

Katy Perry Sindir Russell Brand di Grammy Awards

LOS ANGELES
– Katy Perry sindir suaminya, Russel Brand, melalui single terbaru yang berjudul Part of Me saat tampil dalam ajang Grammy Awards 2012 yang digelar di Staples Center, Los Angeles, California, pada Minggu (12/2) malam waktu setempat.

Katy lebih dulu membawakan lagu E.T lalu berlanjut ke lagu Part of Me. Seperti biasa jika Katy manggung selalu diselipkan lelucon, saat itu dia mengganti lirik lagu Part of Me yang sepertinya ditujukan untuk Russell Brand.

Berikut, petikan lirik yang dinyanyikan oleh Katy, “So can keep your diamond ring, it don’t mean nothing anyway”.

Kemudian Katy kembali menyanyikan dengan lirik aslinya. Padahal lirik lagu yang sebenarnya adalah, “You can keep the dog from me, I never liked him anyway”. Demikian dilansir dari Contactmusic, Selasa (14/2/2012).

Setelah mendendangkan sepenggal lagu itu, semua orang langsung berspekulasi lagu ini ditujukan untuk Russell Brand yang menikahinya selama 14 bulan. Pasalnya, mereka kini tengah dalam proses perceraian.

Di ajang Grammy Awards tahun ini, Katy Perry harus rela pulang tanpa membawa satu pun piala. Pasalnya dalam setiap penghargaan, Katy minimal membawa satu buah trofi. Berbeda dengan Lady Gaga yang harus pulang dengan tangan hampa. (tre)

Beredar Foto Makanan Terakhir Whitney Houston

LOS ANGELES
– Ternyata, sebelum menghembuskan napas terakhirnya, Whitney Houston pesan banyak makanan dan minuman. Bahkan, pelantun I Will Always Love You itu sempat menyantap junkfood yang dipesannya.

Dalam foto-foto yang dirilis TMZ, Whitney tampak memesan banyak makanan dan minuman seperti hamburger, kentang goreng, sandwich, dan jalapenos. Kemudian, dia juga memesan sekaleng bir dan sampanye.

Pada foto berikutnya, di dalam kamar mandi tempat Whitney ditemukan meninggal, terdapat sebuah nampan yang berisi sandwich dan jalapenos. Seorang sumber menyebutkan, Whitney senang memakan burger, dan kentang goreng di kamar mandi. Whitney juga membawa sandwich, dan jalapenos yang rencananya akan dimakan setelah mandi.

Namun, Tuhan berkehendak lain, Whitney akhirnya meninggal dunia dalam bak mandi. Pihak keluarga pun menyatakan kemungkinan jika Whitney meninggal karena adanya campuran antara obat-obatan dan alkohol sehingga menyebabkan serangan jantung.

Dia ditemukan tak bernyawa oleh tantenya, Mary Jones di kamar Hotel Beverly Hilton, Sabtu 11 Februari waktu setempat. Whitney berada dalam bak mandi saat ditemukan Mary, lalu dia pun berinisiatif menarik keluar dan memberikan pertolongan CPR.

Mary bercerita, saat itu dia sedang menata gaun Whitney untuk hadir di acara pesta produser rekaman Clive Davis. Dia meninggalkan kamar selama 30 menit. Saat kembali, dia mengetuk pintu kamar mandi dan memaksa masuk, tapi posisi kepala Whitney sudah terendam di dalam bak mandi. Demikian dikutip dari TMZ, Selasa (14/2/2012). (tre)

Kernet Bus Maut Majalengka Juga Konsumsi Ganja Baban Gandapurnama

Kernet Bus Maut Majalengka Juga Konsumsi Ganja
Baban Gandapurnama – detikNews
Selasa, 14/02/2012 15:46 WIB
Bandung – Selain sopir bus Jaya Prima, Egi Ginanjar (23), dipastikan positif menggunakan narkotika jenis ganja, kernet bus juga terbukti mengkonsumsi barang haram sejenis ganja. Polisi melakukan tes urine kepada kernet bernama Agus.

Bus yang dibawa keduanya mengangkut rombongan majelis taklim mengalami tabrakan beruntun di Jalan Bandung-Cirebon, Kabupaten Majalengka, Jabar, Minggu (12/2). Kecelakaan maut itu merenggut nyawa tiga orang dan melukai 28 orang.

Kapolres Majalengka AKBP Lena Suhayati mengatakan sebelumnya tes urine dilakukan kepada sopir, Egi. “Hasilnya positif pakai ganja. Sopir itu mengaku menggunakan ganja bersama kernetnya yakni Agus,” ucap Lena kepada wartawan di Mapolda Jabar, Jalan Soekarno Hatta, Kota Bandung, Selasa (14/2/2012).

Agus menyerahkan diri setelah pihak perusahaan bus mengantar ke kantor polisi. Tak menunggu lama, Agus pun dites urine oleh pihak Polres Majalengka.

“Setelah tes urine tadi malam, kernet itu juga positif memakai ganja,” terang Lena.

Sopir dan kernet saat ini masih diperiksa intensif penyidik Polres Majalengka. “Penyebab kecelakaan belum diketahui dan masih diselidiki,” jelasnya.

(bbn/ndr)

ni Dia Kasus-kasus Korupsi yang Menjerat Anggota DPR Nograhany Widhi

ni Dia Kasus-kasus Korupsi yang Menjerat Anggota DPR
Nograhany Widhi K – detikNews
Selasa, 14/02/2012 15:42 WIB
Jakarta – Dari tahun ke tahun, selalu saja ada kasus-kasus korupsi yang menjerat anggota DPR oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Tak heran, pengajuan interpelasi tentang pengetatan remisi koruptor oleh Kemenkum HAM, banyak yang mengendus ada udang di balik batu, alias ada maunya. Nah, kasus-kasus korupsi apa saja yang menjerat anggota DPR?

Bahkan Barometer Korupsi tahun 2006 yang dikeluarkan Transparency International Indonesia (TII) menempatkan DPR sebagai lembaga terkorup. Posisi DPR melorot satu tingkat, ketika lembaga serupa kembali mengumumkan Indeks Barometer Korupsi Global 2007.

Ini dia kasus-kasus yang menjerat dan membuat puluhan anggota DPR menjadi tersangka kasus korupsi di KPK:

1. Kasus suap alih fungsi hutan lindung dan pengadaan SKRT Dephut

Kasus ini menjerat Komisi IV DPR tahun 2004-2009. Sebanyak 50 anggota Komisi IV DPR diduga menerima suap terkait alih fungsi hutan lindung menjadi Pelabuhan Tanjung Apiapi, Musi Banyuasin, Sumatera Selatan.

Komisi IV saat itu juga diduga menerima suap dari pengadaan Sistem Komunikasi Radio Terpadu (SKRT) Departemen Kehutanan dari bos PT Masaro Radiokom, Anggoro Widjojo.

Anggota Komisi IV DPR 2004-2009 yang terbukti di Pengadilan Tipikor pada tahun 2008, menerima suap alih fungsi hutan lindung dan SKRT Dephut adalah:

1. Yusuf Erwin Faishal, Ketua Komisi, 4,5 tahun penjara karena membagi-bagikan uang suap alih fungsi hutan lindung. Bebas bersyarat pada 12 November 2011.

2. Azwar Chesputra, 4 tahun penjara karena menerima suap dari pengusaha Chandra Antonio Tan Rp 450 juta (kasus alih fungsi hutan lindung) dan suap Sin$ 5.000 dari bos PT Masaro Radiokom, Anggoro Widjojo (kasus SKRT Dephut).

3. Hilman Indra, 4 tahun penjara karena menerima suap dari pengusaha Chandra Antonio Tan Rp 425 juta dan suap Sin$ 140 ribu dari bos PT Masaro, Anggoro Widjojo.

4. Fahri Andi Leluasa, 4 tahun penjara karena menerima suap dari pengusaha Chandra Antonio Tan Rp 335 juta dan suap Sin$ 30 ribu dari bos PT Masaro, Anggoro Widjojo.

5. Al Amin Nasution, 8 tahun penjara karena terbukti bersalah melakukan tindak pidana korupsi dalam proyek alih fungsi hutan lindung menjadi pelabuhan Tanjung Api-api di Sumsel. Ia juga bersalah menerima uang dalam kasus alih fungsi hutan lindung di Bintan. Terakhir, Al Amin juga diketahui menerima uang dalam proyek pengadaan GPS di Departemen Kehutanan. Al Amin mendapat remisi 3 bulan penjara dalam remisi umum HUT RI ke-65 tahun 2010.

6. Sarjan Tahir, 4,5 tahun penjara karena terbukti menerima hadiah sebesar Rp 5 miliar terkait proyek pengembangan Pelabuhan Tanjung Api-api di Sumatera Selatan.

2. Kasus suap cek pelawat pemilihan Dewan Gubernur Senior BI

Kasus cek pelawat ini terjadi pada 2004 lalu yang terungkap karena nyanyian mantan anggota Komisi IX dari PDIP, Agus Condro pada 2008 ke KPK. Sekitar puluhan anggota DPR periode 1999-2004 menerima suap cek pelawat yang diberikan oleh Nunun Nurbaeti. Suap itu pun terkait dengan pemenangan Miranda Goeltom sebagai Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia. Dalam kasus ini 30 anggota DPR periode 1999-2004 menjadi tersangka.

Berikut daftar penerima cek pelawat yang namanya terungkap di Pengadilan Tipikor, beberapa di antaranya telah divonis.

Fraksi Partai Golkar

1. Hamka Yandhu Rp 2,25 miliar, divonis 2,5 tahun penjara
2. Baharuddin Aritonang Rp 350 juta, tersangka
3. Anthony Zeidra Abidin Rp 600 juta, tersangka
4. Ahmad Hafiz Zawawi Rp 600 juta, tersangka
5. Boby Suhardiman Rp 500 juta, tersangka
6. Paskah Suzetta Rp 600 juta, tersangka
7. Hengky Baramuli Rp 500 juta, tersangka
8. Reza Kamarullah Rp 500 juta, tersangka
9. Asep Ruchimat Sudjana Rp 150 juta, tersangka
10. Azhar Muklis Rp 500 juta
11. TM Nurlif Rp 550 juta, tersangka
12. Marthin Bria Seran Rp 250 juta, tersangka

PPP

13. Endin AJ Soefihara Rp 500 juta, divonis 1 tahun 3 bulan penjara.
14. Uray Faisal Hamid Rp 250 juta
15. Daniel Tandjung Rp 500 juta, tersangka
16. Sofyan Usman Rp 250 juta, tersangka

PDIP

17. Dudhie Makmun Murod Rp 500 juta, divonis pidana penjara 2 tahun
18. Willem Tutuarima Rp 500 juta, tersangka
19. Sutanto Pranoto Rp 600 juta, tersangka
20. Agus Condro Prayitno Rp 500 juta, tersangka
21. Muhammad Iqbal Rp 500 juta, tersangka
22. Budiningsih Rp 500 juta, tersangka
23. Poltak Sitorus Rp 500 juta, tersangka
24. Aberson Sihaloho Rp 500 juta
25. Rusman Lumbantoruan Rp 500 juta, tersangka
26. Max Moein Rp 500 juta, tersangka
27. Jeffrey Tongas Lumban Rp 500 juta, terasangka
28. Matheos Pormes Rp 350 juta, tersangka
29. Engelina Pattiasina Rp 500 juta, tersangka
30. Suratal H W Rp 500 juta
31. Ni Luh Mariani Tirtasari Rp 500 juta, tersangka
32. Soewarni Rp 500 juta, tersangka
33. Panda Nababan Rp 1,45 miliar, tersangka
34. Sukardjo Hardjo Wirjo Rp 200 juta
35. Zederick Emir Moeis Rp 200 juta

Fraksi TNI/Polri

36. Udju Djuhaeri Rp 500 juta, divonis pidana penjara 2 tahun
37. R Sulistiyadi Rp 500 juta
38. Suyitno Rp 500 juta
39. Darsup Yusuf Rp 500 juta

3. Kasus Suap Wisma Atlet

KPK masih memproses indikasi tindak pidana korupsi dalam proses pengadaan proyek Wisma Atlet SEA Games senilai Rp 191 miliar itu. Pengadaan proyek ini setidaknya melibatkan DPR, Kementerian Pemuda dan Olahraga, serta pemerintah daerah.

Ada 2 anggota DPR menjadi tersangka, mereka adalah:
1. M Nazaruddin, mantan Bendahara Umum PD, terdakwa. Nazaruddin juga menjadi tersangka kasus pencucian uang untuk pembelian saham PT Garuda Indonesia
2. Angelina Sondakh, FPD, tersangka
Sedang anggota FPDIP I Wayan Koster, dicekal

4. Kasus korupsi dana Percepatan Pembangunan Infrastruktur Daerah (DPPID)

Anggota Badan Anggaran DPR dari FPAN Wa Ode Nurhayati menjadi tersangka dan ditahan KPK karena diduga telah menerima hadiah terkait pengalokasian anggaran proyek PPID senilai Rp 40 miliar untuk tiga kabupaten di Nanggroe Aceh Darussalam. Ketiga kabupaten yakni Aceh Besar, Pidi Jaya dan Bener Meriah. Dia menegaskan tidak memiliki kewenangan menentukan anggaran PPID tahun 2011 karena kekuatan itu ada pada pimpinan Banggar.

5. Kasus suap dermaga

Angggota Komisi V DPR dari FPAN Abdul Hadi Djamal ditangkap basah oleh KPK saat bersama Darmawati Dareho di kawasan Karet, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta pada 2 Maret 2009. Dari tangan keduanya KPK menyita uang sekitar US$ 90 ribu US dan Rp 54 juta yang diperoleh dari Komisaris PT Kurnia Jaya Wira Bakti, Hontjo Kurniawan.

Uang itu guna memuluskan anggaran stimulus proyek Dephub pembangunan dermaga dan bandara di wilayah Indonesia Timur. Abdul Hadi Djamal sudah divonis 3 tahun penjara

Dalam persidangan Abdul Hadi Djamal menyebut politisi Partai Demokrat Jhony Allen Marbun menerima uang Rp 1 miliar dalam kasus yang sama.

6. Kasus suap proses lelang pengadaan kapal patroli Dephub

Anggota Fraksi Partai Bintang Reformasi Bulyan Royan ditangkap di Plaza Senayan, Jakarta. Dia tertangkap tangan pada pukul 17.30 WIB, 1 Agustus 2008.

Anggota Dewan dari daerah pemilihan Riau itu menerima suap US$ 60 ribu dan 10 ribu euro. Suap itu terkait dengan pengadaan kapal patroli di Ditjen Perhubungan Laut Departemen Perhubungan. Bulyan mendapatkan remisi umum pada 17 Agustus 2010 sebanyak 2 bulan.

7. Kasus suap APBN Batam

Sofyan Usman, anggota DPR periode 1999-2004 yang juga tersangka kasus suap cek pelawat DGS BI, terbukti menerima Mandiri Traveller’s Cheque (MTC) terkait persetujuan anggaran APBN bagi Otorita Batam tahun 2004-2005. Terdakwa juga menyetujui alokasi anggaran sebesar Rp 10 miliar untuk APBNP Otorita Batam tahun 2004 dan mengusulkan pada rapat panja DPR agar anggaran APBNP Rp 10 miliar untuk Otorita Batam tidak diganggu gugat.

Sofyan ditetapkan sebagai tersangka pada 10 November 2010 silam. Dia diduga menerima suap dalam pengadaan Damkar di Otorita Batam pada tahun 2004 sebesar 1 miliar. Sofyan meminta kepada pihak Otorita Batam Rp 150 juta untuk membangun masjid di komplek DPR, Cakung.

8. Kasus pengadaan mobil Pemadam Kebakaran (Damkar)

Saleh Djasit, anggota FPG DPR, menjadi anggota yang pertama kali ditahan KPK . Saleh diduga terlibat korupsi pengadaan mobil pemadam kebakaran saat menjabat sebagai Gubernur Riau. Dia ditahan sejak 19 Maret 2009. Akhirnya Saleh divonis 4 tahun penjara dan denda Rp 200 juta.

9. Kasus suap pembangunan Gedung Pusdiklat Badan Pengawas Tenaga Nuklir (Bapeten).

Mantan anggota DPR RI dari Fraksi Reformasi, Noor Adenan Razak, didakwa oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) telah menerima suap sekira Rp 1,5 miliar setelah menyetujui Anggaran Biaya Tambahan (ABT) 2004 Badan Pengawas Tenaga Nuklir (Bapeten). Politisi PAN itu telah divonis Pengadilan Tipikor 3 tahun penjara pada 8 Mei 2008.

Kernet Bus Maut Majalengka Juga Konsumsi Ganja

Kernet Bus Maut Majalengka Juga Konsumsi Ganja
Baban Gandapurnama – detikNews
Selasa, 14/02/2012 15:46 WIB
Bandung – Selain sopir bus Jaya Prima, Egi Ginanjar (23), dipastikan positif menggunakan narkotika jenis ganja, kernet bus juga terbukti mengkonsumsi barang haram sejenis ganja. Polisi melakukan tes urine kepada kernet bernama Agus.

Bus yang dibawa keduanya mengangkut rombongan majelis taklim mengalami tabrakan beruntun di Jalan Bandung-Cirebon, Kabupaten Majalengka, Jabar, Minggu (12/2). Kecelakaan maut itu merenggut nyawa tiga orang dan melukai 28 orang.

Kapolres Majalengka AKBP Lena Suhayati mengatakan sebelumnya tes urine dilakukan kepada sopir, Egi. “Hasilnya positif pakai ganja. Sopir itu mengaku menggunakan ganja bersama kernetnya yakni Agus,” ucap Lena kepada wartawan di Mapolda Jabar, Jalan Soekarno Hatta, Kota Bandung, Selasa (14/2/2012).

Agus menyerahkan diri setelah pihak perusahaan bus mengantar ke kantor polisi. Tak menunggu lama, Agus pun dites urine oleh pihak Polres Majalengka.

“Setelah tes urine tadi malam, kernet itu juga positif memakai ganja,” terang Lena.

Sopir dan kernet saat ini masih diperiksa intensif penyidik Polres Majalengka. “Penyebab kecelakaan belum diketahui dan masih diselidiki,” jelasnya.

(bbn/ndr)

Roma Kembali Kalah, Enrique Pasang Alibi

FIRENZE – Pelatih AS Roma, Luis Enrique punya alasan tersendiri menanggapi kekalahan Serigala Roma di tangan Siena 1-0. Menurut Enrique, para Serigala Roma bermain di bawah standardisasi mereka.

Roma takluk lewat gol tunggal Emanuele Calaio lewat titik putih. Padahal sebanyak 70 %, Gialorossi menguasai jalannya pertandingan yang berlangsung di Stadio Comunale Artemio Franchi, markas Siena.

“Ini benar-benar bukan hari kami. Saya melihat para pemain tampil di bawah level terbaik mereka. Ketika kami tidak mempunyai penguasaan yang positif atau tidak menemukan permainan yang lebih mendalam, lalu kesulitan itu datang,” ujar Enrique, seperti disitat Football-Italia, Selasa (14/2/2012).

“Ketika kami kalah, selalu kehilangan sesuatu. Kami berada di jalan yang panjang, terlihat kami bermain tidak konsisten,” sambungnya.

Memang, dalam beberapa pertandingan terakhir Roma bermain inkonsisten. Setelah sukses membantai Inter Milan dengan skor telak 4-0, pekan berikutnya mereka takluk atas Cagliari 4-2.

“Siena bekerja dengan baik dalam bertahan dan menutup semua opsi kami. Kami tentunya harus memperbaiki permainan jika ingin mendapatkan kemenangan dari pertandingan seperti itu. Setelah mendapatkan penalti, kami menemukan kesulitan membalas,” sambungnya.

Pekan depan, Enrique mencoba mengembalikan permainan Roma ke dalam performa terbaiknya. Untuk melihat hasilnya, Francesco Totti cs bakal diuji ketika menjamu AC Parma di Olimpico.
(fir)

Wenger Inginkan ‘Merchandise’ dari Henry

MILAN
– Setelah menyelesaikan laga terakhirnya bersama Arsenal dengan kemenangan mengesankan atas Sunderland di Premier League. Kali ini Thierry Henry akan melakukan laga perpisahannya untuk ajang yang lebih bergengsi, babak 16 besar Liga Champions.

Lawan yang akan Henry cs hadapi adalah AC Milan, tentunya laga ini menjadi laga yang sangat spesial bagi Henry, terlebih jika The Gunners pulang dengan mencuri tiga poin dari Rossoneri. Di Laga ini, Pelatih Arsene Wenger berharap mendapatkan ‘merchandise’ berupa kemenangan di San Siro. Syukurnya lagi, Henry bisa mencetak gol kemenangan.

“Saya harap dia akan menambah banyak gol di Liga Champions Rabu (Kamis dini hari WIB). Seperti saat dia membantu kami meraih tiga poin di pertandingan yang sulit (melawan Sunderland),” ujar Arsene Wenger, seperti disitat Supersport, Selasa (14/2/2012).

Selama sebulan dipinjam oleh Arsenal, Henry telah mencetak tiga gol dari empat laga yang telah dijalaninya. Hebatnya, dua dari tiga gol yang dicetaknya menjadi penentu kemenangan The Gunners. Terakhir, Sabtu lalu golnya di masa injury time membawa tiga poin penuh atas Sunderland.

Mantan pemain Barcelona ini juga menyumbang gol saat Arsenal menghancurkan Blackburn Rovers 7-1. Dan yang paling fantastis dia membuat gol tunggal nan cantik ketika Arsenal menyingkirkan Ledds United 1-0 di putaran ketiga FA Cup, pada pertengahan Januari silam.
(fir)

Siena Taklukan Serigala Ibu Kota

SIENA
– AS Roma harus puas kalah atas Siena dengan skor tipis 1-0 dalam lanjutan Serie A, Selasa (14/2/2012) dini hari WIB. Gol semata wayang Siena sukses diciptakan oleh Emanuele Calaio lewat titik putih.

Kekalahan ini membuat I Lupi gagal menggeser posisi Inter Milan dan tetap memaksa mereka diam di posisi keenam dengan raihan 35 poin. Sedangkan, Siena naik ke posisi 16 dengan jumlah 23 poin.

Jalannya Pertandingan:
AS Roma tandang ke markas Siena, Artemio Franchi, harus mengalami serangan terus-menurus di menit-menit awal babak pertama. Bahkan, tuan rumah sempat menciptakan peluang gol di menit ke-9 melaluio Destro. Sayang, tendangannya masih melumbung tinggi di atas gawang AS Roma.

Sedangkan, peluang tim tamu didapatkan pada menit ke-20 usai Lamela melakukan tendangan dari luar kotak penalti dengan cukup keras. Namun, kiper Pegolo masih dapat mematahkannya.

Melalui serangan balik yang cukup cepat para pasukan Siena hampir saja membuat gol pada menit 23. Tetapi, Destro yang kembali mendapatkan peluang tersebut tidak dapat mengkonversinya menjadi sebuah gol/

Alhasil, hingga turun minum kedudukan masih berakhir dengan skor kacamata alias 0-0.

Memasuki babak kedua, tim tuan rumah akhirnya dapat memecah kebuntuannya. Ketika pemain Roma, Simon Kjaer melakukan pelanggaran di dalam kotak penaltinya sendiri. Alhasil, wasit pun langsung menunjuk titik putih dan Emanuele Calaio sukses mengeksekusi penalti tersebut pada menit 50.

Tidak ingin kalah oleh tim papan bawah, Roma mulai melakukan serangan dan hampir saja menyamakan kedudukan di menit ke 55 bila saja tendangan Simplicio dari luar kota penalti tidak terbang terlalu tinggi di atas gawang Siena.

Memasuki menit-menit akhir babak kedua, Roma masih gagal untuk menyamakan kedudukan. Hingga peluit babak kedua dibunyikan kedudukan pun tetap 1-0 bagi keunggulan tim tuan rumah.

Susunan pemain:
Siena: Pegolo, Terzi, Rossettini, Del Grosso, Vitiello, Giorgi (Parravicini 77′), Calaio (Angelo 70′), Destro (Grossi 83′), Gazzi, Vergassola, Brienza.

AS Roma: Stekelenburg, Heinze, Juan (Kjaer 46′), Jose Angel, Rosi, Viviani, Pjanic, Simplicio (Bojan 68′), Lamela, Totti (Osvaldo 59′), Borini. (acf)